Thursday, 12 December 2013

Tips Untuk Melindungi Data – Data Pribadi

Data pribadi menyangkut data diri yang melekat pada setiap orang. Data diri yang saya akan bahas disini tidak terbatas pada KTP saja tetapi juga ATM, ijasah, sertifikat serta surat berharga lainnya. Kebanyakan orang masih banyak yang mengumbar data pribadi pada tempat-tempat yang tidak semestinya.
Di Indonesia sendiri kesadaran terhadap keamanan data masih sangat kurang. Dari pengalaman saya, masih sering mendapati orang yang mengumbar data pribadi pada blog maupun situs jejaring sosial serta email.  Selain itu masih juga banyak orang melakukan transaksi keuangan dan melakukan transaksi sembarangan.
Dalam beberapa kesempatan saya pernah menemui kasus – kasus pencurian data pribadi. Contohnya beberapa waktu lalu yang terjadi pencurian data pada ATM yang mana menggunakan skimmer untuk pencurian kartu pada ATM, serta menggunakan kamera tersembunyi untuk melihat PIN si korban. Metode pencurian data dengan skimmer dan kamera ini sebenarnya tergolong metode yang cukup lama. Namun penjahat tahu persis siapa yang akan menjadi korban mereka, yaitu para orang – orang yang tidak perhatian terhadap masalah keamanan data.
Data diri yang biasanya terdapat pada kartu identitas kita seperti KTP ataupun SIM juga sangat penting, usahakan jangan sampai kepada orang – orang yang tidak bertanggung jawab. Kebiasaan membuang fotokopi KTP ataupun SIM tanpa merobek ataupun membakarnya bisa saja dimanfaatkan oleh segelintir orang – orang.
Sedikit membagi pengalaman, saya pernah membuka data salah satu bapak yang ternyata dia adalah salah satu penyidik di BIN. Yang saya lihat dia amat ceroboh dalam penggunaan password serta penyimpanan datanya. Adalagi seorang model yang menyimpan data pribadinya amat terbuka, yang tidak habis pikir bagaimana bila seluruh data – data yang bersangkutan disalahgunakan oleh para orang – orang yang tidak bertanggung jawab.
Untuk mencegah hal – hal yang tidak dinginkan, saya akan menberikan sedikit tips untuk melindungi data pribadi anda :
  1. Jangan membuang fotokopi ID Card sembarangan tanpa merobek atau membakarnya.
  2. Jangan mengirimkan CV pada sembarangan perusahaan, usahakan cari tahu informasi terkait perusahaan tersebut.
  3. Jangan mengumbar data diri yang pribadi pada blog ataupun email.
  4. Periksa ATM pada saat anda ingin melakukan transaksi. Walaupun sekarang pengamanan sudah sangat ketat. Tapi masih banyak ditemui kasus pembobolan.
  5. Lakukan transaksi ATM di tempat – tempat yang terjamin keamanannya.
  6. Tutupi dengan tangan saat memecet tombol untuk PIN.
  7. Awasi kasir toko ketika menggesek ATM dan kartu kredit Anda.
  8. Belanja pada outlet – outlet yang terpercaya atau yang menjadi langganan anda.
  9. Lakukan transaksi Internet Banking, membuka email, berbelanja online pada koneksi internet yang aman, usahakan jangan pada koneksi internet pada tempat umum.
  10. Ketika anda ingin menjual HP, Notebook, ataupun media penyimpanan lainnya yang terkait data pribadi. Sebaiknya hapus dulu data – data anda menggunakan low level format, Agar data tidak dapat di recovery kembali.



*Tweet | @Dedeefendi88 |#SSL

Tuesday, 10 December 2013

Definisi Application Server

Application Server mendukung untuk menjalankan aplikasi terdistribusi, seperti Windows Communication Foundation or COM+.
Berikut adalah role service yang tersedia ketika kita mengistal role ini :
Application Server Core = Menyediakan teknologi untuk mendeploy dan memanage aplikasi .NET Framework 3.0.
Web Service (ISS) Support = Memungkinkan Application Server Host untuk host internal atau eksternal Web site dan Web Service yang berkomunikasi melalui HTTP.
COM+ Network Access =  Memungkinkan Application Server untuk host dan mengizinkan remote invocation dari aplikasi yang dibuat menggunakan COM+ atau Enterprise Services Components.
TCP Port Sharing = Membolehkan multipleaplikasi net.tcp untuk berbagai singleTCP Port sehingga dapat berjalan pada komputer yang sama dalam process yang terpisah, terisolasi ketika membagi infrastruktur network dibutuhkan suatu send dan receive traffic melalui TCP Port seperti port 80.
Windows Process Activation Service Support = Memungkinkan Application Server untuk memohon suatu service diakses secara remote melalui network menggunakan protokol seperti HTTP, Message Queuing, TCP, dan named pipes.
Subcomponent dari role service ini termasuk :
  • HTTP Activation = Mendukung proses aktivasi melalui HTTP.
  • Message Queuing Activation = Mendukung proses aktivasi melalui Message Queuing.
  • TCP Activation = Mendukung proses aktivasi melalui TCP.
  • Named Pipes Activation = Mendukung proses aktivasi melalui named pipes.
Distributed Transactions = Menyediakan service yang menyediakan service yang dapat membantu untuk memastikan transaksi yang komplit dan sukses melalui multiple database yang dihost dalam multiple komputer dalam suatu network.
Subcomponet dalam role service ini termasuk :
  • Incoming Remote Transactions = Menyediakan dukungan terhadap transaksi yang terdistribusi untuk aplikasi yang mendaftar dalam remote transactions.
  • Outgoing Remote Transactions = Menyediakan dukungan terhadap transaksi yang terdistribusi untuk menyebarkan transaksi yang dihasilkan oleh suatu aplikasi.
  • WS-Atomic Transaction = Menyediakan dukungan terhadap transaksi yang terdistribusi yang menggunakan dua fasa commit transaction dengan exchange yang berbasiskan pada Simple Object Access Method (SOAP).
Catat bahwa instalasi server role ini juga membutuhkan instalasi Windows Process Activation Services (WPAS) dan .NET Framework 3.0 bersamaan dengan beberapa sub komponennya.


*Tweet | @Dedeefendi88 |#SSL